Saturday, February 9, 2008

Calcium linked to heart attacks in women

A new study casts a shadow on calcium, the essential mineral known to help keep bones strong, hearts healthy and blood pressure controlled.

New Zealand researchers report in the journal BMJ that otherwise-healthy, postmenopausal women who took calcium supplements were about twice as likely to suffer a heart attack as those who skipped the supplements.

That finding is surprising, because previous research has shown that calcium helps improve the ratio of healthy to unhealthy cholesterol by as much as 20 percent. Such changes are linked with a 20 percent to 30 percent reduction in so-called vascular events, including heart attacks. Other research with both calcium and vitamin D shows improvements in overall mortality among those who take the supplements.

So what accounts for the increased heart attacks?

"I don't know what to make of it," says Robert P. Heaney, a professor of medicine at Creighton University in Nebraska, who has conducted numerous calcium studies. "I think we just have to say that the jury is out."

Heaney noted that there is a large body of information showing calcium's benefits: "I don't expect that to go away."

Heaney has agreed to collaborate with New Zealand researcher Ian Reid to try to figure out why women who took calcium supplements in the study had an increased risk of heart attacks. "We will see," he said, "if the findings pan out."


By Sally Squires-The Washington Post

Mitos dan Fakta Diet

Seringkali, pengertian yang salah membuat kegagalan dalam bertindak, termasuk dalam ber-diet.

Air es kikis lemak?
Dulu, pernah diyakini bahwa jika sesorang minum air dingin selama makan, maka tubuh akan mengeluarkan ekstrak energi untuk menghangatkan air itu dalam tubuh sehingga membantu membuat energi berlebih dari tubuh. Namun, kini diketahui bahwa itu tak sepenuhnya benar. Energi yang dikeluarkan tidak benar-benar signifikan sehingga bisa membantu tubuh menjadi kurus. Namun, air dapat membantu 'membuang' energi dengan membuang garam berlebih dari tubuh. Artinya tubuh juga tidak menahan banyak air di dalam. Ini bisa dicapai dengan minum air delapan gelas setiap hari.

Makan malam bikin gemuk?

Sebenarnya tidak ada aturan mengenai 'waktu terbaik untuk makan'. Yang paling banyak menentukan terjadinya kegemukan yaitu gaya hidup dan jenis makanan Anda. Jadi, ini bukan perkara waktu makan Anda terlalu larut malam tetapi apa saja jenis makanan yang dikonsumsi. Hindari makanan yang termasuk kategori 'amat sangat' berkolesterol. Apabila makanan sehari-hari tinggi lemak dan kalri (melebihi kebutuhan), maka kelebihan kalori ini akan disimpan dalam tubuh sebagai lemak.

Menjelang senja, proses metabolisme dan fungsi tubuh (termasuk proses pencernaan makanan) secara alamiah berlangsung lebih lambat sebagai persiapan untuk tidur. Jika Anda tidur setelah mengonsumsi makanan 'berat', makan makanan ini tidak bisa dicerna dengan baik dan kalori yang dihasilkan tidak akan terpakai. Apabila Anda memang harus makan sesuatu sebelum tidur, pilihlah camilan rendah lemak, misalnya biskuit crackers dengan secangkir air hangat, atau semangkuk kecil sereal dengan sedikit susu rendah lemak.

Tetapi bagi mereka yang ahrus bergadang karena tugas (misalnya: dokter jaga, kerja lembur), kebiasaan makan pada larut malam adakalanya bermanfaat. Mengapa? Pada malam hari mereka tetap aktif, sehingga kalori dari makanan dapat terpakai dengan baik.

Proses metabolsime pria lebih cepat?
Proses metabolisme memang lebih banyak terjadi pada pria. Ini disebabkan umumnya pria punya lebih banyak otot dibanding wanita, padahal ototlah pengguna energi terbesar dalam tubuh. Semakin banyak jumlah otot dalam tubuh semakin banyak kalori yang dibakar. Jika wanita ingin lebih banyak membakar lemak dengan berolahraga, sebaiknya pilih olahraga yang dapat membentuk otot.

Bagaimana umur mempengaruhi metabolisme?
Umur jelas mempengaruhi metabolisme. Alasan pertama, jumlah otot dalam tubuh akan berkurang dengan bertambahnya umur. Karena itu, walaupun Anda berumur 40 atau 50 tahun, sebaiknya Anda tetap melakukan aktivitas yang membangun otot sehingga pengurangan jumlah otot dalam tubuh akan diperlambat.

Tiroid vs metabolisme
Terkadang gangguan metabolisme berkaitan dengan adanya gangguan fungsi tiroid, yang sering tak terdiagnosis karena gejalanya yang tak kentara. Kapan Anda haru mencurigai, kemungkinan tiroid Anda bermasalah. Selain terus bertambah gemuk, Anda juga merasa geala berikut: fatigue, lemah otot, tangan sering terasa dingin dan sudah berlangsung cukup lama, refleks melambat, kulit pucat dan kering, kuku yang bergerigi, periode menstruasi yang berat, dan suara serak. Terkadang muncul juga reaksi seperti banyak hal, perubahan mood yang cepat, dan super sensitif, mirip gejala depresi. Saat ini, sebaiknya Anda periksa ke dokter.

Kopi 'sahabat' ber-diet
Kafein akan menstimulus pengeluaran lemak, sehingga otot akan membakar lemak. Karena itu, banyak atlit cabang olahraga yang membutuhkan endurance atau ketahanan stamina, mengonsumsi kafein sebelum bertanding. Dengan cara itu lemak akan terbakar dan menyediakan energi untuk endurance.

Tentu saja, jika Anda minum kopi untuk menurunkan berat badan, Anda harus pertimbangkan juga gula yang ikut masuk dalam tubuh bersama secangkir kopi kesukaan Anda itu. Juga, jika Anda meneguk lebih dari dua gelas kopi sehari maka efek itu tak akan terjadi yang tinggal hanya tremor dan sakit kepala!

Sumber : Majalah HealthToday

Friday, February 8, 2008

Kebiasaan Minum Susu Memengaruhi Tinggi Badan

Banyak bangsa di dunia, terutama Eropa, kebiasaan minum susu dilakukan setiap sarapan pagi. Kebiasaan minum susu dan kandungan gizi yang tinggi yang terdapat dalam susu, menyebabkan tinggi rata-rata orang Eropa melebihi tinggi orang Asia kebanyakan.

Susu sapi diperkirakan baru dikenal oleh bangsa Indonesia pada zaman penjajahan Belanda pada Abad ke-18.

Kendati begitu, hingga saat ini tingkat kesadaran masyarakat Indonesia untuk mengonsumsi susu masih rendah sekali. Sebuah data menyebutkan, pada 2006 tercatat jumlah konsumsi susu masyarakat Indonesia hanya 7,7 liter per kapita/tahun atau lebih rendah ketimbang sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara (Asean).

Menurut dr Natalia Emmy MS SpGK, dokter gizi dari RSPAD Gatot Subroto Jakarta dalam festival susu yang diselenggarakan Tetra Pak Indonesia di Jakarta, akhir pekan lalu, konsumsi susu masyarakat India tahun 2006 mencapai 44,9 liter per kapita/tahun, Malaysia 25 liter per kapita/tahun, Thailand 25,1 liter per kapita/tahun, Singapura 20,8 liter per kapita/tahun, Filipina 11 liter per kapita/tahun, serta Vietnam 8,5 liter per kapita/tahun.

dr Natalia mengungkapkan adanya anggapan bahwa susu mahal, menaikkan berat badan, menyebabkan darah tinggi, atau menyebabkan kolesterol, cenderung membuat seseorang enggan untuk mengonsumsi susu.

Padahal, menurut dia, Food and Drug Administration (FDA) yakni BPOM-nya Amerika Serikat pada 1993 mengeluarkan pernyataan resmi, bahwa susu sangat bermanfaat untuk mencegah osteoporosis, mengurangi risiko kanker, menurunkan risiko darah tinggi, serta menunda penuaan sekaligus dapat mengecilkan pori-pori di wajah.

Ricky Soebagdja, atlet badminton peraih medali emas Olimpiade 1996 yang menjadi Duta Kampanye Minum Susu menyerukan pentingnya masyarakat minum susu guna memenuhi kebutuhan gizi dan nutrisi untuk menunjang prestasi.

dr Natalia menjelaskan makronutrien susu meliputi kandungan energi sebesar 60 kalori, karbohidrat 4,52 gram, lemak sebanyak 3,25 gram, protein sejumlah 3,22 gram, serta air 88,32 gram.

Bentuk susu yang cair yang merupakan salah satu keunggulan susu dibandingkan dengan makanan bergizi lainnya, menjadikan vitamin dan mineral yang secara lengkap terdapat pada susu mudah diserap dengan sempurna oleh tubuh.

Susu sebagai sumber vitamin A berfungsi untuk memelihara bagian tertentu pada tubuh seperti epitel, mata, sistem kekebalan tubuh. Dampak kekurangan vitamin A itu sendiri akan mengakibatkan gangguan pada pertumbuhan, buta senja serta kulit kering.

Vitamin D yang juga terkandung di dalam susu, kata dr Natalia , berperan untuk mencegah rakhitis pada anak dan osteomalacia pada orang dewasa. “Susu juga mengandung vitamin B2 yang penting dalam metabolisme lemak, protein dan karbohidrat. Untuk menghindari bibir dan lidah pecah-pecah, serta dermatitis seboroik,” ujar dr Natalia.

Kandungan vitamin B12 pada susu yang berfungsi untuk pembentukan gen dan metabolisme folat, akan mencegah timbulnya anemia, kesemutan, dan glositis pada tubuh seseorang.

Sementara itu, upaya antisipasi terhadap osteoporosis dan kejang dapat pula dilakukan dengan mengonsumsi susu sebagai sumber vitamin penyusun tulang dan gigi, pembekuan darah, transmisi saraf, kontraksi otot, dan aktivasi enzim-enzim.

Susu yang merupakan sumber fosfor komponen tulang, gigi, membran sel dan pembentukan ATP, sangat bermanfaat guna mengatasi kelemahan otot serta gagal kardiorespirasi. Lebih lanjut dr Natalia mengatakan bahwa kekurangan susu yang di dalamnya terkandung yodium akan menyebabkan gondok, hipotiroid, dan kerdil. (izn)

Sumber: PdPersi

Wednesday, February 6, 2008

Acne during Pregnancy

Acne during pregnancy is a common problem among women. Pregnant women, especially those in their first trimester of pregnancy, are prone to skin outbreaks. Hormones play a huge role in this occurrence. Even women gifted with clear skin all their life may suffer from acne outbreaks during the first three months of pregnancy. The good thing is, the skin usually clears up as the pregnancy advances towards the second and third trimesters.

Pregnancy AcneAcne during pregnancy cannot be treated the same way as acne occurring in non-pregnant individuals. A doctor should always be consulted because a lot of oral medications can cause harm to the fetus. Topical creams or ointments such as Benzoyl Peroxide and Azelaic Acid are generally safe to apply on the skin of pregnant women. Tetracycline and topical retinoids however should completely be avoided as these have harmful effects.

For severe acne problems, some doctors may prescribe oral erythromycin. It is always best to seek the advice of the doctor prior to using any topical ointments or skin medications. Taking medications during pregnancy is usually associated with serious risks to the fetus. Herbal medicines should likewise be avoided and should be consulted to the physician.

Acne during pregnancy can be caused by higher levels of androgen hormone which triggers the oil glands of the skin to get bigger and to produce more oily substance called sebum. Excessive oil and the shed skin cells lining the hair follicles blocks the skin pores and makes skin susceptible to bacteria. This can lead to inflamed skin and acne outbreak.

Conservative and safer mode of treatment includes hydrating the skin by drinking at least 6 glasses of water per day. Washing the face with lukewarm water and gentle facial soap is also helpful. Make sure to pat the face dry. Do not rub the towel on the delicate skin surface. Never scrub the face as this can cause abrasive injuries to the already inflamed skin.

Acne during pregnancy can be managed well by using mild moisturizers that are oil-free. Choice of make-up should be oil-free as well and it is best to make sure that the products used are labeled noncomedogenic and will not clog pores.

Info Nutrisi : Jagung Manis, Boleh untuk Diabetes!

Begitu enaknya saat menyantap jagung manis bakar atau rebus di tengah malam yang dingin. Selalu saja memberikan kehangatan yang luar biasa bagi penikmatnya.

Tetapi sadar atau tidak, ternyata rasa manis yang terdapat dalam jagung manis bukan merupakan glukosa atau sukrosa (gula tebu) yang jika banyak dikonsumsi memicu diabetes bagi penikmatnya.

Fruktosa, sejenis polimer gula atau sering disebut sebagai gula buah yang menjadikan orang dengan diabetes-pun diperbolehkan mengkonsumsinya.


Kenapa........? Karena si fruktosa ini merupakan gula kompleks yang tidak langsung dicerna oleh alat pencernaan manusia, tetapi harus diolah terlebih dahulu menjadi gula sederhana. Sebelum fruktosa tercerna, biasanya sudah terbuang melalui bersama urin, sehingga tidak terserap tubuh.

Tidak hanya itu, jagung manis ternyata mempunyai nilai nutrisi yang lebih baik dibandingkan dengan jagung biasa.

Tabel Kandungan Zat gizi Jagung dan jagung manis
Kandungan Zat Gizi (Tiap 100 gr bahan)
No Zat Gizi Jagung Biasa Jagung manis
1. Energi (cal) 129 96.0
2. Protein (gr) 4,1 3,5
3. Lemak (gr) 1.3 1.0
4. Karbohidrat (gr) 30.3 22.8
5. Kalsium (mg) 5.0 3.0
6. Fosfor (mg) 108.0 111
7. Besi (mg) 1.1 0.7
8. Vitamin A (SI) 117.0 400
9. Vitamin B (mg) 0.18 0.15
10. Vitamin C (mg) 9.0 12.0
11. Air (gr) 63.5 72.7

Sumber :republika.co.id

Saturday, January 19, 2008

The Walking Diet - Istilah apa itu?

Saat ini telah ramai dikenal istilah “The Walking Diet”, yang artinya melakukan “diet” dengan cara berjalan kaki. Jika Anda ingin lebih lengkap dalam berdiet, sebenarnya Anda cukup mengatur pola makan sehat – tanpa diet yang gila-gilaan – dan dipadu dengan berjalan kaki 10.000 langkah perhari. Hal itu selain membakar kalori, juga mampu memperbaiki sistem metabolisme tubuh.

Jalan kaki dan diet

Hampir setiap aktivitas fisik yang kita lakukan memang bisa membakar kalori, namun seberapa banyak kalori yang terbakar? Dibandingkan dengan olahraga penuh, ternyata berjalan kaki mampu membakar kalori dalam jumlah yang cukup besar. Pada wanita usia 40 tahun dengan gaya hidup atau aktivitas fisik yang sedang, berjalan kaki dengan kecepatan 2 mil perjam (kira-kira setara dengan 70 langkah permenit) selama 30 menit dapat membakar kalori sampai 79.1 kkal, sedangkan dengan kecepatan 4 mil perjam (kira-kira setara dengan 140 langkah permenit) selama 30 menit dapat membakar kalori sampai 184.1 kkal. Pada pria usia 40 tahun dengan gaya hidup atau aktivitas fisik yang sedang, berjalan kaki dengan kecepatan 2 mil perjam selama 30 menit dapat membakar kalori sampai 64.9 kkal, dan dengan kecepatan 4 mil perjam selama 30 menit dapat membakar kalori sampai 186.7 kkal. Jika hal tersebut dilakukan rutin setiap hari, maka Anda dapat menghitung berapa jumlah kalori yang hilang saat Anda berjalan kaki.

Jalan kaki dan nyeri punggung

Mereka yang sedang menderita nyeri punggung atau sedang dalam masa penyembuhan akibat nyeri punggung disarankan untuk melakukan olahraga ringan seperti aerobik. Namun untuk beberapa kasus penderita nyeri punggung, kadang olahraga ringanpun tetap terasa nyeri sehingga mereka cenderung berhenti berolahraga.

Sebagai alternatifnya, maka kini disarankan untuk mengganti olahraga ringan dengan berjalan kaki. Jalan kaki dengan kecepatan rendah yang stabil dan seimbang justru akan menjaga dan meningkatkan kemampuan seseorang untuk melakukan aktivitas sehari-hari, sambil mengurangi kecenderungan timbulnya nyeri punggung di kemudian hari.

Sebelum berolahraga dengan cara jalan kaki, lakukanlah peregangan secara perlahan dan lembut untuk meregangkan otot dan sendi-sendi agar terbiasa dengan gerakan berjalan kaki. Namun ada baiknya sebelum melakukan peregangan, Anda terlebih dulu melakukan jalan ringan selama lima menit untuk pemanasan.

Karena berjalan kaki dapat melatih otot betis, paha, dan panggul, maka olahraga ini dapat meningkatkan stabilitas tulang belakang dan juga kondisi otot-otot penyangga sehingga postur tubuh yang tegak tetap terjaga. Selain itu, berjalan kaki juga dapat memperkuat tulang sehingga jika dilakukan secara rutin dapat membantu mencegah osteoporosis dan mengurangi nyeri osteoarthritis.


Jalan kaki dan diabetes

Diabetes Prevention Program pada tahun 2001 mempublikasikan hasil penelitian yang menunjukkan bahwa berjalan kaki selama 30 menit dan lima kali seminggu, dibarengi dengan mengatur porsi makan, ternyata dapat mengurangi risiko terjadinya diabetes sampai 50% pada partisipan yang kelebihan bobot badan dan kadar gula darah yang tinggi. Mereka juga mengalami penurunan berat badan rata-rata 7.5 kg dalam setahun.

Rutin berjalan kaki memang sangat baik dilakukan bagi penderita diabetes karena bisa meningkatkan kemampuan tubuh untuk memproses gula sehingga tidak menumpuk berlebihan di dalam darah. Hasilnya, kadar gula dalam darah bisa turun sehingga bisa mengurangi risiko terhadap penyakit jantung dan ginjal.

Sebelum dan sesudah berjalan kaki, sebaiknya cek kadar gula darah Anda. Jika terlalu rendah, di bawah 100 mg/dl, Anda harus menambah asupan karbohidrat sekitar 15-30 gram. Jika terlalu tinggi, di atas 200 mg/dl, maka sebaiknya tunda dulu olahraga Anda sampai kadar gula darahnya turun. Penting bagi para diabetisi untuk selalu melakukan pengecekan kadar gula darah dengan interval yang rutin jika ingin mencoba berjalan kaki dengan jarak tempuh yang jauh.

Waktu yang paling baik untuk diabetisi melakukan olahraga jalan kaki adalah sekitar 1-2 jam setelah makan, saat insulin dan kadar gula darah mulai stabil. Paling disarankan jika dilakukan di pagi hari.

Untuk menghindari terjadinya penurunan kadar gula terlalu rendah saat berjalan kaki, sebaiknya bawalah makanan ringan yang mengandung karbohidrat. Setelah selesai berjalan kaki, Anda mungkin butuh asupan karbohidrat sedikit lebih banyak dari biasanya untuk mencegah terjadinya hipoglikemia. Yang terpenting saat Anda mencoba program ini adalah Anda harus ekstra hati-hati terhadap gejala-gejala yang mungkin terjadi, jangan terlalu memaksakan diri dan sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter Anda.

Sumber : Infosehat

Diet Setelah Melahirkan

Walaupun terasa bahagia saat menimang Anak, ada satu kegelisahan yang sering menyelinap dalam hati para ibu, yaitu cara untuk menurunkan kembali berat badannya ke berat semula. Hal ini memang sering menjadi momok bagi setiap ibu usai mereka melahirkan. Namun bila melakukan diet, apakah baik bagi kesehatan ibu dan anak?

Kenaikan berat hingga 10-15 kg bukan merupakan hal yang mudah untuk ditanggulangi. Namun, jangan dulu patah semangat karena ada trik khusus untuk menyiasatinya!

Menyusui. Bagi Anda yang menyusui, bergembiralah. Karena menyusui merupakan salah satu cara yang cepat menuju berat badan semula seperti sebelum Anda hamil. Pada saat menyusui, otomatis tubuh akan membakar sekitar 500 kalori per harinya.

Asupan makanan. Asupan makanan pasca melahirkan tetap harus diperhatikan dengan baik. Sebaiknya perbanyak konsumsi sayuran, buah-buahan dan makanan rendah lemak, namun bukan berarti Anda tidak mengonsumsi lemak sama sekali. Anda dapat memilih daging yang sudah dibuang bagian lemaknya.

Bila Anda senang mengudap, sebaiknya menyimpan beberapa jenis kudapan dengan kandungan yang bergizi agar berat tubuh tetap terjaga, seperti yogurt rendah lemak atau biskuit rendah lemak. Selain itu, jangan lupa untuk banyak minum air putih.

Olahraga. Banyak sekali jenis olahraga yang bisa dilakukan oleh ibu setelah melahirkan. Tak perlu jauh-jauh berpikir jenis olahraga yang ada di gym, kegiatan sehari-hari mengurus anak seperti memandikan atau menyuapi anak sudah dapat membuang banyak kalori. Mengajak anak berjalan-jalan dengan kereta bayi setiap pagi atau sore selama kurang lebih satu jam dapat membakar sekitar 200 kalori. Selain itu, berenang atau yoga juga baik bagi kesehatan tubuh dan dapat melatih seluruh otot tubuh.

Tentu saja, olahraga ini tidak bisa dimulai tiba-tiba dan diperlukan jarak tertentu dari sejak waktu melahirkan. Waktu yang dianggap cukup untuk memulai olahraga adalah sekitar 2-3 bulan pasca melahirkan di mana tubuh pun sudah lebih kuat.

Satu hal yang harus diingat dalam program diet adalah menurunkan berat badan bukanlah proses yang instan. Diperlukan kesabaran dan diikuti dengan pola makan yang seimbang serta olahraga secara teratur, tanpa mempengaruhi kualitas ASI maupun kesehatan Anda.

Sumber : InfoSehat

Berat Badan Naik Turun??!! Cuapeee deh...

Pernahkah Anda merasa telah berjuang keras melakukan diet, tapi berat badan tak kunjung turun? Anda tidak sendirian... Banyak orang juga mengalami hal yang sama!

Hal itu disebabkan karena kesalahan yang seringkali tidak disadari dalam menjalankan diet. Akibatnya, berat badan justru berada dalam posisi stagnan dan tak jarang akan lebih mudah untuk mengalami kenaikan kembali.


Nah... jika Anda mengalaminya, segera simak tips'nya di Blog ini

Dapatkan Gratis Tips-tips nya dari Kami dengan mendaftarkan email Anda di Kolom Free Newsletter dibawah ini

 

Copyright @ 2013 Exspost News.

Designed by Templateify & Sponsored By Twigplay